Literasi Indonesia

 




Diversitas wilayah terkait literasi buku Indonesia. Provinsi-provinsi yang saling berkelompok memiliki kesamaan karakteristik terkait aspek melek huruf, pendidikan, dan penerbitan


    Halo semuanya, seperti judul dan gambar yang ada diatas kali ini saya akan coba untuk mengupas tentang portofolio literasi yang ada di Indonesia. Dengan hamparan lebih dari 17 ribu pulau dari Sabang sampai Merauke, Indonesia dianugerahi beragam budaya, tak terkecuali kekayaan literasi nusantara, mulai dari warisan lisan tradisi hingga sastrawan/wati modern Indonesia. Indonesia merupakan lanskap inspiratif bagi industri perbukuan dan penerbitan saat ini. Apalagi dengan adanya kombinasi yang baik di balik kekayaan ragam budaya, sejarah, dan kultur sosial, 

    Indonesia sejatinya adalah destinasi yang sangat menarik sebagai pusat literasi. Sebagai strategi penetratif, setidaknya diversitas wilayah kepulauan di Indonesia dilihat dari pembagian tiga klaster karakteristik yang dikelompokkan berdasarkan aspek daya literasi, tingkat pendidikan, dan tingkat penerimaan terhadap sektor penerbitan dan perbukuan. Dari sudut pandang industri penerbitan dan perbukuan, majemuknya wilayah di Indonesia ini dikelompokkan dengan menghimpun sejumlah aspek terkait tingkat melek huruf, jumlah perpustakaan lokal (milik negara ataupun swasta), komunitas terkait buku (misalnya perpustakaan bergerak), jumlah koleksi buku perpustakaan, statistik penerbit lokal dan buku-buku yang diterbitkan, statistik sekolah, universitas, dan fasilitas pendidikan, hingga pangsa pasar dari toko buku lokal. Semua variabel tersebut menjadi aspek multidimensi untuk mengukur peluang pasar penerbitan buku di Indonesia. 

    Wilayah-wilayah di Indonesia dapat dilihat dari pembagian tiga klaster karakteristik industri perbukuan yang dikelompokkan berdasarkan aspek tingkat pendidikan, literasi, dan penerimaan terhadap penerbitan. Beberapa daerah sudah sangat maju dengan struktur sosial dan demografis yang bagus terkait literasi, beberapa daerah masih dalam tahap pengembangan, sementara yang lain masih terbuka untuk transformasi struktur sosial yang lebih kuat untuk dunia literasi. 

    Di Indonesia sebenarnya untuk kemajuan dalam literasinya masih sangat kurang karena banyak wilayah di Indonesia yang masih belum mendapat pendidikan yang sesuai karena kurangnya tenaga kerja pendidik dan wilayah yang jauh untuk di jamah. Pemerintah harus memaksimalkan tenaga kerja pendidik untuk dapat mencapai wilayah-wilayah di Indonesia yang masih jauh dari pendidikan agar literasi dapat terus dikembangkan dan tidak menurun.

    Pemerintah juga harus melihat wilayah yang belum terjamah oleh kebiasaan membaca, karena Indonesia merupakan negara yang luas dengan penyebarannya dengan pulau-pulau yang banyak. Buku harus dapat sampai ke wilayah-wilayah yang jauh agar kebiasaan membaca ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan literasi yang berada di Indonesia. Selain pemerintah, kita sebagai warga negara Indonesia bisa juga membantu pemerintah untuk membantu menyebarkan kebiasaan membaca dan kemajuan literasi ini ke anak maupun saudara kita. Indonesia masih mempunyai potensi yang tinggi untuk kemajuan literasi ini, karena Indonesia mempunyai banyak anak-anak muda yang cerdas. Jika bukan kita yang membantu untuk menyebarkannya, siapa lagi? kalo bukan sekarang, kapan lagi?

Indonesia butuh kita semua, Indonesia akan maju jika kita bersama.


Comments